"Kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana distribusi kebaikan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, kami menyediakan berbagai pilihan agar masyarakat dapat berpartisipasi sesuai kemampuannya," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026).
Selain variasi harga, skema kurban yang ditawarkan umumnya mencakup seluruh proses, mulai dari pengadaan hewan, penyembelihan sesuai syariat, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Donatur juga mendapatkan laporan dokumentasi sebagai bentuk transparansi.
Penyaluran kurban ke wilayah seperti Somalia, Sudan, Myanmar, dan Palestina dinilai menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang mengalami krisis pangan. Menurut Ahmad, kontribusi tersebut dapat menjadi sumber asupan gizi penting bagi penerima manfaat.
"Banyak wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses pangan, sehingga kurban dari masyarakat Indonesia dapat menjadi sumber gizi penting bagi mereka. Ini menjadi nilai tambah dari ibadah kurban yang dilakukan," katanya.
Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada akhir Mei. Dengan waktu yang tersisa sekitar lima minggu, masyarakat mulai diimbau untuk merencanakan anggaran kurban sejak dini.
Perhitungan sederhana menunjukkan, penyisihan dana sekitar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per minggu dapat membantu merealisasikan pembelian hewan kurban.
Selain itu, harga hewan kurban yang cenderung meningkat menjelang hari raya juga menjadi pertimbangan untuk melakukan pembelian lebih awal. Transparansi dalam proses penyaluran pun menjadi salah satu faktor yang kini diperhatikan masyarakat sebelum memilih lembaga penyalur.