Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyoroti Indonesia pernah tercabik oleh pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, dan berbagai gerakan serupa.
“Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI, DI/TII, RMS, GTO Plus PKI, dan berbagai gerakan yang ingin mengoyak merah putih dari dada bangsa ini. Kita juga pernah terkoyak oleh konflik komunalistik hingga berbagai peristiwa sosial politik di Papua dan daerah lainnya. Di sana hati nurani bangsa pernah diuji,” ucapnya.
Dia menambahkan, Indonesia tetap berdiri karena memiliki warisan luhur yakni Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa, berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua.”.
“Bangsa ini tetap berdiri karena kita memiliki warisan luhur Bineka Tunggal Ika, Tanhana Dharma Mangruah. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Tidak ada kebenaran yang mendua,” tuturnya.
Dudung juga menegaskan, pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.
“Mari kita bersama sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Akhirnya rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini, hendaknya dapat dijadikan tonggak atau intropeksi untuk menjadi Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” katanya.