Dia mengungkap, mendiang Ryamizard saat itu selalu menekankan prajurit untuk mencintai rakyat, sehingga dia pun melaksanakan pembinaan teritorial atas arahan almarhum untuk mencintai rakyat. Sebab, TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
"Yang terkenal di jajaran TNI Angkatan Darat, tidak usah berbicara tentang pembinaan teritorial yang muluk-muluk, hanya satu saja kalimatnya adalah 'baik-baik dengan rakyat'. Itu beliau sering sampaikan," ucapnya.
Sementara, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyebut, mendiang Ryamizard merupakan sosok pemberani.
"Beliau saya kenal dari muda, dari belum jadi tentara di Pontianak, waktu muda dia belum jadi tentara sudah pakai baju loreng, lantas sudah bawa senjata, dan memang pemberani. Saya kenal sudah hampir 60 tahun," kata OSO kepada wartawan.
Menurutnya, sejatinya dia baru pulang dari Kalimantan di Bandung pasca bersilaturahmi bersama keluarga pada momen Idul Adha 2026. Dia yang mendengar kabar almarhum meninggal langsung menuju ke rumah duka.