Akan tetapi, setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi. Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan dengan mengirimkan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau untuk membantu pencarian dengan menggunakan side scan sonar.
Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 diproduksi pada tahun 1977 di Howaldtswerke Deutsche Werft Jerman. Kemudian pada Tahun 1981 bergabung dengan jajaran TNI AL.