KPK Sebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Whoosh terkait Pembebasan Lahan

Jonathan Simanjuntak
Plt Deputi bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: Jonathan Simanjuntak)

Asep menuturkan, KPK tengah mendalami apakah ada pihak-pihak yang diuntungkan secara tidak sah dalam pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Whoosh tersebut. KPK, kata dia, akan melihat hal ini dari batas wajar harga setiap lahannya.

"Artinya misalkan pengadaan lahan nih, nah orang itu misalkan di pengadaan lahan yang harusnya di harga wajarnya 10, lalu dia jadi 100 gitu kan, kan jadi gak wajar itu," tuturnya.

Baca Juga

"Nah kembalikan dong, negara kan rugi, yang harusnya negara hanya membeli tanah itu dengan harga 10, kemudian harus mulai dengan harga 100, balikin," ucapnya.

Sebagai informasi, KPK telah memulai penyelidikan terkait dugaan kasus korupsi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh sejak awal tahun 2025. Hingga hampi setahun ini KPK belum menaikan perkara ini ke tahap penyidikan.

Meski demikian, KPK menyebut progres perkara ini berjalan positif. Tak ada kendala dalam penyelidikan kasus itu.

"Sejauh ini tidak ada kendala, jadi tahapan di penyelidikan ini masih berprogres secara positif," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dikutip, Selasa (28/10/2025).

Meski demikian, Budi menyebut KPK tidak bisa membeberkan rincian dalam proses penyelidikan. Yang jelas, sejauh ini KPK terus memanggil pihak-pihak yang hendak diklarifikasi dalam perkara ini.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Pasang Badan soal Utang Whoosh: Saya Tanggung Jawab!

57 tahun lalu

Proyek Kereta Cepat Whoosh Sampai Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kami Siap Dukung!

57 tahun lalu

Rosan Ungkap Progres Negosiasi Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh dengan China

57 tahun lalu

Eks Wamenaker Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tak Ajukan Banding

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal