Korban Gempa Masih Trauma, Dukungan Psikososial Sangat Penting

iNews.id
Gempa bumi M6,1 di Pasaman Barat masih menyisakan ketakutan bagi sebagian korban (Foto: ACT)

“Sudah sempat saya ajak pulang, dia enggak mau, kayaknya trauma,” ungkap Santi.

Dia pun mengatakan masih takut dengan gempa susulan. Jika terjadi gempa susulan, dia akan langsung lari.

Demikian juga Safri, pengungsi lainnya, dia masih takut jika dengan gempa susulan. Di halaman rumah panggung, Safri memasang terpal sebagai tenda dan membawa kompor untuk memasak. 

Selain dihuni oleh keluarga dekat, rumah panggung Safri menjadi tempat mengungsi bagi warga sekitar. Dia memperkirakan sekitar 40 atau 50 orang yang menghuni rumahnya.

Dokter Arini Retno Palupi dari Tim Humanity Medical Sevices ACT mengatakan, ketakutan pascabencana memang lazim terjadi. Namun, hal ini juga penting untuk diatasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah

57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka

57 tahun lalu

Update Gempa Besar M7,8 di Filipina: 32 Orang Tewas, Sejumlah Bangunan Roboh

57 tahun lalu

Gempa M7,8 Filipina Lumpuhkan Bandara General Santos, 17 Penerbangan Dibatalkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal