Komunikasi Propaganda ala Agus 'Buntung' dalam Melakukan Rudapaksa

Gina Fauziah
I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan fisik (Foto: Hari Kasidi)

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Edisi Ketiga (2001), definisi rudapaksa adalah perkosa dan bertahan hingga saat ini dalam KBBI V. Secara logika, aksi rudapaksa hanya bisa dilakukan oleh seorang yang memiliki organ tubuh secara lengkap dan berfungsi optimal, namun tidak dengan Agus “Buntung” karena ketidakmampuannya untuk mengkontrol nafsunya.

Kasus ini merupakan aksi nyata dari sebuah komunikasi propaganda, di mana Agus “Buntung” telah menjadi seorang propagandis yang “andal” pada saat memulai langkah awal menuju aksi rudapaksa.

Penggunaan secara istilah, propaganda diartikan sebagai suatu usaha dalam membentuk persepsi, manipulasi pikiran bawah sadar atau kognisi, dan memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku dengan memberikan respons sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda baik secara disengaja dan sistematis. Komunikasi propaganda diibaratkan sebagai pisau bermata dua, karena efek positif atau negatif yang dihasilkannya tergantung pada bagaimana propagandisnya menyampaikan. 

Namun kita sering mengonotasikan propaganda sebagai kegiatan yang negatif. Memang, tampaknya propaganda sering dimanfaatkan oleh politisi untuk tujuan-tujuan tertentu tanpa menghiraukan dampaknya. Adolf Hitler misalnya menggunakan propaganda untuk memenangkan perang dan berkuasa.

Agus “Buntung” memberikan pesan emosional yang kuat kepada seluruh korban Wanitanya pada saat berkomunikasi, sehingga secara tidak sadar korban menjadi merasa simpati maupun empati. Komunikasi propaganda bisa menjadi salah satu teknik dalam melakukan aksi kriminal yang dilakukan oleh aktor kejahatan.

Sebuah kata yang powerful banyak mengandung emosi. Hampir seluruh korban dari Agus "Buntung” ini terbuai oleh kata-kata yang digunakan pada saat melakukan komunikasi propaganda berlangsung. Namun, tidak semua korban terhanyut oleh kata-kata propagandis karena akal sehatnya masih berfungsi dengan baik dalam mengartikan pesan yang disampaikan oleh Agus “Buntung” sebelum melakukan aksi kejahatannya. 

Menjadi seorang komunikator yang baik tentu harus diawali oleh niat yang baik, pun halnya dengan berbagai jenis konteks komunikasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Pria Australia Lecehkan Ratusan Anak di 15 Negara via Online, Bikin Banyak Akun Palsu 

Seleb
10 hari lalu

Tanggapi Tuduhan Pelecehan Seksual, Rian D'Masiv: Kasus Lama! 

Seleb
10 hari lalu

Rian D’Masiv Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, sang Vokalis Bantah Keras

Seleb
21 hari lalu

Alasan Nora Alexandra Besarkan Payudara Terungkap, Bukan demi Jerinx!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal