Kisah Syekh Jangkung, Jejak Wali Nyentrik dari Pesisir Utara Jawa yang Penuh Karomah

Diwan Mohammad Zahri
Syekh Jangkung salah satu tokoh penyebar Islam di Tanah Jawa. (Foto: Ist)

Selama bermukim di Pati, dia mengembangkan metode dakwah yang fleksibel, menggabungkan pendekatan sufistik, nilai-nilai lokal, humor dan seni. Namanya pun dikenal hingga pelosok Jawa sebagai wali yang dekat dengan masyarakat biasa.

Makam Syekh Jangkung Jadi Destinasi Ziarah Populer

Syekh Jangkung wafat pada tahun 1641 dan dimakamkan di Desa Landoh, Pati. Hingga kini, makamnya menjadi destinasi ziarah spiritual yang ramai dikunjungi, terutama pada malam Jumat dan bulan-bulan tertentu dalam kalender Hijriah.

“Beliau bukan hanya wali, tapi juga guru kehidupan. Ajarannya banyak tersebar dalam bentuk tutur lisan, lakon pewayangan, hingga budaya sedekah bumi,” ujar Romo Kyai Ahmad Zainuri, pengasuh pondok di Kayen.

Syekh Jangkung menjadi simbol penting dalam perpaduan antara Islam dan budaya Jawa. Pendekatannya yang lentur namun mengakar menjadi bukti bahwa dakwah tidak harus formal dan kaku.

Jejak kehidupannya menunjukkan bahwa jalan spiritualitas kadang tak linear – bisa nyentrik, penuh tantangan, tapi selalu memberi hikmah bagi umat. Warisan Syekh Jangkung pun tetap hidup di hati masyarakat hingga hari ini.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karomah Sunan Kalijaga, Punya Baju Pusaka yang Buat Tubuh Jadi Kebal

57 tahun lalu

Karomah Sunan Bonang, Ubah Buah Aren Jadi Bongkahan Emas

57 tahun lalu

Karomah Sunan Kalijaga, Islam Tersebar Luas di Thailand usai Sembuhkan Sang Raja

57 tahun lalu

Karomah Sunan Gunung Jati, Islamkan Patih dan Banyak Warga di China dengan Kesaktiannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal