Kisah Sastrawan Sapardi Djoko Damono, Menulis untuk Kebahagiaan

Tuty Ocktaviany
Reza Fajri
Sapardi Djoko Damono (dok. istimewa)

Bukan hanya puisi, Sapardi juga juga banyak menulis cerita pendek, esai, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar. Dia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing.

Beberapa puisinya yang sangat populer di antaranya adalah "Aku Ingin", "Hujan Bulan Juni", "Pada Suatu Hari Nanti", "Akulah si Telaga", dan "Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari".

Puisi Sapardi sederhana tetapi sarat simbolisme. Pilihan kata dan tema yang mudah dipahami pembaca menjadi ciri khas dia.

"Jangan bikin yang ruwet, sajak itu sesuatu yang sederhana, manusiawi dan terjadi sehari-hari," ujar sang pujangga.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Seleb
1 bulan lalu

Profil Sitok Srengenge, Sastrawan yang Namanya Kembali Viral di Medsos

Seleb
1 bulan lalu

Terseret Polemik Sitok Srengenge, Sal Priadi Kini Lebih Bijak Terima Ajakan Foto Bareng

Seleb
1 bulan lalu

Tegas! Sal Priadi Bantah Bela Sitok Srengenge usai Foto Barengnya Viral

Nasional
2 bulan lalu

MaxNovel Award 2025, Kemenbud: Sastra Soft Power Diplomasi di Kancah Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal