Tak cuma itu, S Parman berhasil membongkar gerakan rahasia yang dilakukan oleh pimpinan Westerling di Jakarta. Serta, membongkar percobaan pembunuhan Menteri Pertahanan Hamengkubuwono IX dan tokoh lainnya.
Pada tahun 1951, S Parman mengikuti pelatihan polisi militer di Amerika Serikat. Selesai itu, ia ditugaskan sebagai atase militer di London dan akhirnya menjadi Asisten I Menpangad bidang Intelijen.
Kemudian, S Parman diketahui sempat melakukan penolakan terhadap usulan PKI kepada Presiden Soekarno untuk membentuk angkatan kelima dengan modal persenjataan dari China. Akibatnya, ia menjadi sasaran penculikan.
Tak cukup di situ, salah satu dalang penculikannya ternyata kakaknya sendiri, yakni Sakirman yang merupakan petinggi di biro khusus PKI. Ia pun berhasil selamat saat dijemput 20 orang prajurit dengan dalih dipanggil ke istana.
Semoga kita bisa menghargai setiap jerih payah para pahlawan, termasuk S Parman ya!