Kisah Raja Majapahit Hayam Wuruk Pandai Menari Topeng hingga Mendalang karena Dekat dengan Rakyat

Hasan Kurniawan
Ilustrasi Kerajaan Majapahit. (Foto: MPI)

Kemudian juga kayu cendana dan gading. Kualitas barang-barang tersebut sangat baik dan diminati internasional.

Berdasarkan berita Cina, Majapahit masa itu telah menjalin hubungan dagang internasional dan persahabatan dengan sejumlah kerajaan-kerjaan besar lainnya, seperti Kerajaan Cina, Ayodya (Siam), Champa, dan Kamboja.

Di luar itu, Kerajaan Majapahit pada masa Hayam Wuruk juga juga telah menerapkan sistem pajak pada warganya, berupa pajak usaha, pajak tanah, pajak profesi, pajak orang asing, dan pajak eksploitasi sumber daya alam.

Pada masa Hayam Wuruk, aktivitas perdagangan dan pajak mata uang emas sudah mulai ditinggalkan. Menurut Poesponegoro dan Notosusanto, mata uang masa Hayam Wuruk memakai gobog, seperti uang kepeng Cina.

Uang gobog dibuat dari campuran perak, timah putih dan timah hitam. Uang gobog ini menggunakan motif lokal dan biasa digunakan masyarakat di pasar Majapahit sebagai pecahan kecil dalam berdagang.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Judol di Hayam Wuruk, 40 WNA yang Jadi Tersangka Diperiksa Intensif Bareskrim

57 tahun lalu

Polri Pastikan 320 WNA Sindikat Judol Internasional di Hayam Wuruk Disidang di Indonesia

57 tahun lalu

Bareskrim Gandeng PPATK Buru Bos Sindikat Judol Internasional Hayam Wuruk

57 tahun lalu

Sindikat Judol di Hayam Wuruk Diusut Tuntas, Penyewa Gedung dan Sponsor Ikut Diburu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal