Jiwa kepemimpinan Ganjar mampu terasah dengan baik ketika berada di dalam organisasi. Ganjar muda mengisi masa mudanya di perkuliaha dengan aktif dalam organisasi. Meskipun begitu, perkuliahan Ganjar tidak berjalan semulus rencana yang ia pikirkan. Hal itu karena Ganjar terpaksa berhenti atau cuti kuliah selama empat semester.
“Jadi di tengah kami kuliah ada bisa kendala klasik yaitu tidak punya uang. Keluarga kami tidak terlalu kaya sehingga beberapa kali ada hambatan berkuliah karena ngga bisa bayar SPP, saya ingat betul waktu itu empat semester,” tutur Ganjar.
Keadaan tersebut lantas tidak membuat Ganjar menyerah akan keadaannya. Dia terus berusaha dengan keras untuk mencari jalan keluar agar bisa lulus dari UGM.
Setelah lulus, Ganjar punya kecakapan diri dalam melibatkan dirinya dalam politik. Dia mulai masuk kedalam partai politik yang mempunyai kedekatan ideologi dengan GMNI, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pria berambut putih tersebut memulai karier politiknya ketika ditunjuk menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI. Ia menggantikan Jakob Tobi yang diberi tugas oleh Megawati Soekarnoputri menjadi duta besar Indonesia untuk Korea Selatan. Ia ditugaskan di Komisi IV, yaitu bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan ketika menjadi Anggota DPR RI periode 2004-2009.
Di periode kedua ia ditugaskan di komisi II, yang mengawasi bidang Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatut Negara, Reformasi Biroksrasi, Pemilu, Pertahanan dan Reforma Agraria.
Selanjutnya, Ganjar berhasil menjadi Gubernur Jawa Tengah selama dua periode. Paling terbaru, ia dicalonkan sebagai Presiden Republik Indonesia dalam Pemilu Presiden yang akan diadakan pada 2024.