Kisah Pedagang Sayur Sepiati Rela Jadi Penari Topeng demi Lunasi Utang

Riezky Maulana
Warga Tambak Asri, Surabaya, penari topeng Sepiati bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto Kemensos).

Mensos lantas mengajak si ibu duduk di emperan rumah warga, dan berbincang.  Dari identitas KTP, nama ibu ini adalah Sepiati, warga Tambak Asri, Surabaya.

“Njajal crito o, ngopo kok kowe ngene iki. Ga onok kerjoan liyani tah," tanya Risma lagi.

Sepiati akhirnya bercerita. Hidupnya tengah dilanda kesulitan ekonomi. Suaminya hanya pengayuh becak dengan pendapatan tidak bisa diandalkan. Sehari-hari, dia berdagang sayur di rumah kontrakannya.

Biaya kontrak Rp750.000 dan biaya hidup sehari-hari dengan satu anak sekolah SMP, lebih tinggi dari penghasilan. 

Akhirnya, Sepiati pun terjerat utang sampai Rp5 juta. Maka, siang setelah dagang sayuran selesai, Sepiati mulai mengenakan kostum hijau dan memasang topeng.

Dari kampung ke kampung dirinya berkeliling untuk menari. Berharap mendapatkan pemasukan tambahan guna membayar utangnya.

“Utang kulo kathah bu. Bojo kulo tukang becak. (Utang saya banyak bu. Suami saya pekerjaannya sebagai tukang becak)," jelas Sepiati ke Risma.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
20 jam lalu

Mensos Ungkap BPJS PBI Tak Tepat Sasaran, 54 Juta Warga Miskin Belum Tercover

Nasional
7 hari lalu

Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Mensos Minta Data Warga Miskin Diperkuat

Nasional
10 hari lalu

Mensos Serahkan Santunan ke Ahli Waris Korban Tewas Banjir Sumatra, Segini Besarannya

Nasional
16 hari lalu

Soal Wacana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya, AHY Ingatkan agar Tak Ulangi Kesalahan yang Sama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal