Di usia lebih dari satu abad, kondisi fisik Marhamah masih terbilang sehat. Dia tidak mengidap penyakit kronis, hanya pendengarannya yang mulai berkurang, tapi semangatnya menjalankan rukun Islam kelima tetap membara.
Ayyamah mengungkapkan ibunya memiliki gaya hidup sederhana dan sangat spiritual. Dia rajin salat malam seperti Tahajud, Hajat dan Duha serta rutin membaca selawat nariyah setiap hari.
“Ibu tidak suka makanan instan. Semua harus alami, direbus dan tidak mengandung bahan kimia,” ujar Ayyamah.
Menu makan Marhamah juga penuh kesederhanaan. Dia hanya menyantap makanan rebusan alami tanpa pengawet dan menghindari makanan olahan.
Perjalanan ke Tanah Suci ini menjadi momen berharga sekaligus haru bagi keluarga besar Marhamah. Dia didampingi langsung oleh anaknya, Ayyamah, yang sudah mendaftar haji sejak 2013. Sementara Marhamah sendiri baru bisa mendaftar pada 2019 karena keterbatasan biaya.