Kisah Kapolri Hoegeng Tolak Jadi Duta Besar

Faieq Hidayat
Kapolri periode 1968-1971 Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso menolak tawaran menjadi Duta Besar. (Foto IG Jenderal Hoegeng Iman Santoso).

JAKARTA, iNews.id - Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso diberhentikan dari jabatannya Kapolri pada 2 Oktober 1971. Hoegeng sebelumnya diusulkan menjadi duta besar (Dubes) Swedia. 

Atas usulan tersebut, Kapolri periode 1968-1971 ini menolak. Pemerintah kembali menawarkan Hoegeng menjadi Dubes di Kerjaan Belgia, Beleuc, Luxemburg karena istrinya Meri keturunan Belanda. Hoegeng juga fasih berbahasa Belanda. 

Namun lagi-lagi, Hoegeng menolak tawaran tersebut. Pria kelahiran Pekalongan ini merasa masa jabatannya sebagai Kapolri belum berakhir dan dia ingin tetap mengabdi di Tanah Air. 

Akhirnya Hoegeng dipanggil Presiden Soeharto ke rumahnya Jalan Cendana. Ketika bertemu Soeharto, Hoegeng ditawari lagi menjadi Dubes. 

"Tugas apa pun saya akan terima asal jangan jadi Dubes Pak," jawab Hoegeng dalam buku Hoegeng, Polisi Idaman dan Kenyataan, yang dikutip Senin (9/8/2021). 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Raih Sertifikat IBDP, Kapolri: Siap Cetak Pemimpin Masa Depan

57 tahun lalu

Kapolri Aktifkan Lagi Satgas Anti-Mafia Bola, Cegah Judi Piala Dunia 2026

57 tahun lalu

Kapolri: Kompolnas Mitra Strategis untuk Upaya Pembenahan Polri

57 tahun lalu

Kapolri Ungkap Banyak Pejabat WA Titip Anak Masuk Akpol: Tidak Ada Lagi Kuota Khusus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal