Kisah Djoko Santoso Berjualan Perangko di Depan Kantor Pos Solo semasa SD

Felldy Aslya Utama
Prajurit TNI mengusung peti jenazah dari Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso saat upacara pelepasan di rumah duka kawasan Bambu Apus Raya, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2020). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat).

Dia pun dipromosikan sebagai Pangdam Jaya (2003). Tak lama, kariernya makin melesat dengan menjabat Wakil KSAD, KSAD, dan akhirnya Panglima TNI (2007-2010).

Perjalanan hidup Djoko sarat dengan perjuangan. Putra pertama dari sembilan saudara ini lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Djoko Suyono, merupakan guru dan ibunya, Surami, ibu rumah tangga.

Banyak kisah dalam perjalanan hidup Djoko yang tak banyak orang tahu. Salah satunya ketika bocah, dia berjualan perangko di depan Kantor Pos Solo.

Kisah itu diungkap Pitoyo Subandrio, adik kandung Djoko. Mantan Direktur Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu menceritakan, semasa kecil ekonomi keluarganya sangat sulit.

Untuk membantu penghasilan orangtua, dia dan Djoko berjualan perangko dan kartu lebaran. Tempat tinggal mereka memang di belakang penjara, dekat Kantor Pos Solo.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Momen Kapolda Metro-Pangdam Jaya Blusukan di Jakbar, Serap Aspirasi Warga soal Kamtibmas

57 tahun lalu

Profil Ryamizard Ryacudu, Eks Menhan yang Wafat pada Usia 76 Tahun

57 tahun lalu

Pangdam Jaya Dijabat Letjen, Lemkapi: Kapolda Metro juga Layak Naik Pangkat Bintang 3

57 tahun lalu

Panglima TNI Pimpin Sertijab-Kenaikan Pangkat, Pangdam Jaya Resmi Bintang 3

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal