Kisah Diplomasi Kretek Agus Salim saat Hadiri Penobatan Ratu Elizabeth II

Ajeng Wirachmi
Agus Salim pernah menghadiri upacara penobatan Ratu Elizabeth II pada 2 Juni 1953. (Foto Arsip Nasional Belanda).

Dia mengatakan bau tidak sedap itu berasal dari rokok kretek yang dia isap, sembari menjelaskan rokoknya terbuat dari tembakau dan cengkeh. Jenis rempah-rempat itulah yang kemudian disebut Agus Salim sebagai daya tarik bangsa Eropa untuk mendatangi Indonesia. 

“Anda boleh saja tidak menyukainya, tapi bau inilah yang telah menarik minat orang-orang Eropa yang datang ke negeri kami,” kata Agus Salim. 

Diplomasi kretek yang dilakukan Agus Salim kepada Pangeran Philip nyatanya cukup membekas di ingatan Sang Pangeran. Banyak sumber mengatakan, Pangeran Philip secara khusus menghampiri Agus Salim di pengujung acara penobatan. Dia memperkenalkan Agus Salim kepada Ratu Elizabeth II. 

Kisah diplomasi kretek antara Agus Salim dan Pangeran Philip masih menjadi cerita menarik hingga saat ini.

Agus Salim wafat di Jakarta, 4 November 1954 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Almarhum dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Nomor 657 Tahun 1961 tepatnya pada 27 Desember 1961.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
12 hari lalu

Kowani Bertemu Dubes Saudi, Perkuat Diplomasi Perempuan Indonesia-Arab Saudi

1 bulan lalu

Presiden Jerman bakal Kunjungi Masjid Istiqlal, Stafsus Menag: Perkuat Diplomasi Agama

2 bulan lalu

Gema Goeyardi Dukung Pemerintah Tingkatkan Diplomasi: Harus Berani Tunjukkan Wibawa

2 bulan lalu

Deretan Hasil Diplomasi Prabowo: Gabung BRICS hingga Tarif 0 Persen ke Uni Eropa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal