Sang anak pun secara tiba-tiba langsung berdiri. Ia pun menjawab semua pertanyaan Luqman tanpa memberikan kesempatan Luqman untuk berbicara. Ia menilai bahwa masyarakat lebih menggoda dirinya dibanding ia.
"Itukan yang kalian lakukan juga kepada kami semua, bukan kah kalian lebih sering melakukan hal ini kepada saya? Mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan di 11 bulan selain puasa?" tutur dia.
"Bukankah kalian sering melupakan kami yang kelaparan dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami, bukan kah kalian yang sering tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang kesakitan hingga menjemput ajal?" sambung dia.
"Bukankah juga di bulan puasa ini saja hanya mengerjakan menahan lapar dan haus ketika bedug Magrib terdengar kalian kembali pada kerasukan kalian?" ucap dia tiada berhenti.
Kemudian, nada suara sang anak berubah drastis menjadi lirih. Ia pun menceritakan bahwa dirinya selalu berpuasa karena tidak memiliki makanan. Bahkan, banyak hal yang menyakiti hatinya saat tidak bulan puasa.