Kondisi tinggal di kontrakan memang tidak bernasib sama dengan masyarakat yang telah lama dikenal, apalagi hidup anak anak ini telah empat kali berpindah dalam mengadu nasib di Jakarta
Grup perkumpulan masyarakat Flores tidak meninggalkan Edu sendirian, mereka mencari akses agar yang diperbuat Edu dan didukung istrinya mendapatkan perhatian. Akhirnya perkumpulan bisa mendatangkan Kementerian Sosial (Kemensos) berkomunikasi via telepon dengan KPAI serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Dalam komunikasi tersebut Edu meminta tolong agar anak-anak di perhatikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Kalau untuk makan kami bisa, tapi untuk jaminan masa depan pendidikan dan kesehatan kami mohon bantuan," ucap Edu.
Edu bersama istrinya, Maria Cahaya yang sudah memiliki anak satu, mengasuh ketiga anak tersebut. Istri Edu selalu menghibur ketiga anak asuhnya agar tidak terus bersedih. "Bila anak melamun dan ingat orang tuanya, saya selalu bilang jangan melamun, ayok ingat ayah ibu kalian yang konyol konyol, kata Maria.
Kondisi di awal yang berat, selalu dialihkan dengan berdoa dan yakin orang tua mereka sudah bahagia di surga. Anak anak jadi kuat dan yakin ini merupakan kehendak Tuhan.