Munir selanjutnya menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi dunia pers, seperti disrupsi teknologi digital, maraknya arus informasi yang belum terverifikasi, serta pergeseran model bisnis media. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut insan pers untuk terus menjaga standar jurnalisme yang profesional, akurat, dan berimbang.
“Kritik yang disampaikan pers bukanlah ekspresi kebencian, melainkan bentuk cinta kepada bangsa dan negara, agar langkah pembangunan tetap berada pada arah yang benar,” katanya.
Dia menambahkan, keberlanjutan dan kesehatan ekosistem media menjadi kunci dalam menjaga mutu demokrasi dan pembangunan nasional.