“Selama Pandemi Covid-19 ini, kita menyaksikan bersama-sama segenap elemen masyarakat kita saling bantu membantu antara golongan masyarakat yang berpunya kepada masyarakat yang kurang mampu, atau terdampak secara ekonomi akibat Covid-19 ini,” ungkap Puan.
Puan mengingatkan Pemuda Muhammadiyah untuk mengikuti teladan para pendahalunya yang mampu menggalang kekuatan nasional bangsa saat berjuang dan merebut kemerdekaan Indonesia. Bentuk perjuangan tersebut dinilai dibutuhkan dalam upaya memerangi virus Corona.
“Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan kekuataan nasional bangsa, Pemuda Muhammadiyah harus mengimplementasikan kembali perjuangan para tokoh pendiri Muhammadiyah terdahulu, dalam menghadapi pandemi Covid ini,” ucap Puan.
Lebih lanjut, Puan mengatakan bangsa ini telah dihadapkan dengan berbagai tantangan besar selama 76 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesi. Namun Pancasila disebut berkali-kali telah membuktikan efektivitasnya sebagai ideologi yang dinamis dan dapat mengikuti setiap perkembangan zaman serta menjadi solusi terhadap setiap persoalan bangsa yang dihadapi.
“Tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah menghadapi pandemi global Covid-19, yang masuk ke Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Namun sekali lagi kita patut bersyukur karena bangsa Indonesia memiliki Pancasila yang dapat berfungsi menjadi dasar berpijak dan bintang penuntun arah perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam mengatasi pandemi Covid,” katanya.
Mantan Menko PMK tersebut pun meminta seluruh elemen bangsa merefleksikan pengamalan Pancasila untuk mengatasi pandemi Covid pada peringatan HUT RI ke-76 ini. Puan berharap, semangat kegotong-royongan akan mampu mempercepat agar Indonesia bisa terbebas dari pandemi.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bangsa Indonesia hidayah dan kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan dan ancaman yang datang. Selamat Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia, bangkitlah bangsaku, dan jayalah negeriku,” katanya.