Pada kesempatan tersebut, Kepala BPIP RI, Prof Yudian Wahyudi, turut memberi arahan kepada para delegasi. Dalam sambutannya, Prof Yudian menuturkan, kegiatan Peace International Summit yang diselenggarakan Voice of Peace Initiative (VOP) ini kental dengan semangat persatuan untuk mencapai perdamaian dunia muda-mudi dari berbagai negara, seperti semangat Sumpah Pemuda yang baru-baru ini Bangsa Indonesia peringati.
“Acara ini juga untuk mendukung Presidensi Indonesia dalam G20, sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-5 VOP yang diselenggarakan oleh Bapak Wakil Presiden RI bersama 1000 anak yatim,” tutur Prof Yudian.
Kepala BPIP yang juga lulusan Harvard University ini memberi gambaran kepada para delegasi, bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar ke-4 dunia dengan beragam perbedaan. Namun, dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, Bangsa Indonesia dapat bersatu dalam kerukunan hingga sekarang dan selamanya.
“Masyarakat Indonesia memiliki pengalaman 2000 tahun dalam mengembangkan cara-cara positif untuk bekerja dengan keragaman budaya dan agama untuk membina kehidupan yang harmonis. Jadi, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan adat gotong royong adalah dasar yang berharga bagi antarbudaya dalam lingkungan budaya, perdamaian, dan kerukunan. Tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia,” kata Prof Yudian.
Dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian dunia, Prof Yudian menambahkan, Pancasila bersifat universal yang sudah terbukti dan dapat dipedomani oleh masyarakat dunia.