Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Tak Ada Bonus Demografi Tanpa Atasi Stunting

Rizqa Leony Putri
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. (Foto: dok SINDOnews)

BKKBN memastikan proses reproduksi masyarakat dapat dikawal dengan baik. Para Pendamping Keluarga ini akan mengarahkan kepada setiap penduduk selama seribu hari pertama kehidupan bayi. “Seribu hari pertama ini sangat menentukan bayi akan tumbuh stunting atau tidak. Para Pendamping Keluarga ini akan mengarahkan penduduk untuk cek status gizi, dan perkembangan bayi,” katanya. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebuah desa yang berpenduduk 3.000 orang misalnya, itu akan ada 21 pernikahan setiap tahun, atau sekitar dua pernikahan setiap bulan. Pendamping Keluarga sudah mulai bekerja mendampingi pasangan yang mau menikah. “Mengecek kesehatan mereka, layak hamil atau tidak,” ujarnya. 

Dalam melakukan pendampingan, Pendamping Keluarga tentu juga dibekali berbagai strategi mengingat tingkat heterogenitas masyarakat Indonesia, baik budaya, agama, dan kelas sosial, yang sangat tinggi. “Kami bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, psikolog, ahli parenting, dan lain-lain,” kata Hasto.

Beberapa kasus yang sering dihadapi adalah penolakan berbasis agama, dan kepercayaan banyak anak banyak rejeki. “Para Pendamping Keluarga tidak akan sendirian untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini. Pada masyarakat kelas menengah yang kritis misalnya, kami tentu akan menurunkan psikolog atau pakar parenting supaya target merasa nyaman,” tuturnya.  

(Foto: dok BKKBN)

Oleh karena itu, demi memudahkan jalannya program Pendamping Keluarga tersebut, BKKBN juga telah meluncurkan aplikasi digital Elsimil (Elektronik siap nikah siap hamil). Melalui aplikasi ini Pendamping Keluarga mendata riwayat pernikahan, kehamilan, dan kelahiran penduduk. 

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
Kuliner
17 hari lalu

Menu Ayam Angkak Jadi Solusi Atasi Anemia, Ini Faktanya!

Bisnis
17 hari lalu

Alfamart Perkuat Intervensi Gizi Anak pada 2026 dengan 510.000 Butir Telur

Nasional
4 bulan lalu

Mengimajinasikan Indonesia

Health
4 bulan lalu

Bahlil Ternyata Pernah Busung Lapar, Penyakit Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal