Aris menilai, tidak semua orang bisa menjangkau pemikiran seperti Presiden Prabowo Subianto terkait perencanaan program MBG. Terkait anggaran yang dibutuhkan cukup besar, dia menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir karena kebutuhan pendanaan untuk program itu sudah dikalkulasi.
"Enggak usah khawatir seluruh biaya itu kita kalkulasi ya. Beliau itu juga pengusaha. Tadi sudah saya sampaikan, perencanaan yang baik itu adalah 50 persen kemenangan atau keberhasilan, ini semua udah dikalkulasi. Kita tidak akan membuat suatu program yang diangan-angan yang istilahnya tanpa perhitungan kalkulasi yang akurat," ujarnya.
Aris menyebut program MBG sudah berjalan di lebih dari 100 negara maju selama puluhan tahun. Menurutnya, hal itu tercermin dari kualitas SDM yang unggul.
Menurutnya, hasil dari program MBG tidak bisa dilihat secara instan karena membutuhkan waktu untuk memperbaiki kualitas SDM beberapa tahun ke depan.
"Nah, inilah ya MBG itu investasi, bukan cost. Kapan itu hasilnya akan kelihatan? Ya namanya kan ini proses, anak masih SD dia akan produktif ya nanti setelah 5 tahun lagi 10 tahun lagi," katanya.