Kemenkeu Hitung Kerugian BMN Imbas Banjir Sumatera, Aset yang Diasuransikan Siap Diklaim

Anggie Ariesta
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara. (Foto: Dok. IMG)

Suahasil menegaskan, setelah jumlah kerugian selesai dihitung, pemerintah akan segera mengajukan klaim ke perusahaan asuransi.

“Ini adalah bentuk dari kerja sama yang saya ingin, memang ya namanya asuransi meng-cover risiko. Kalau risikonya terjadi dan dianggap bahwa itu adalah dalam coverage risiko, maka menjadi perlindungan terhadap risiko tersebut,” kata dia.

Suahasil mengungkapkan, industri asuransi masih memiliki peluang besar untuk berpartisipasi dalam program asuransi BMN. 

Meskipun nilai pertanggungan asuransi BMN saat ini sudah mencapai Rp61 triliun (dengan premi sebesar Rp100 miliar), nilai aset negara yang berpotensi diasuransikan mencapai Rp250 triliun.

Pada tahun 2019, nilai asuransi BMN baru mencapai Rp10,73 triliun, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tahun 2025.

“Industri asuransi siap-siap, bukan hanya menerima premi, tetapi juga siap-siap membangun, membuat produk, membangun tata kelola,” tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

AHY Ungkap Normalisasi Kali Ciliwung Tembus 17 Km, 52 Persen dari Target

Nasional
4 hari lalu

AHY Ungkap Biang Kerok Banjir Jabodetabek: Sampah hingga Penyalahgunaan Lahan!

Nasional
4 hari lalu

Tol Bocimi arah Jakarta Sudah Bisa Dilalui usai Tertutup Longsor

Nasional
4 hari lalu

Wamenkeu Sebut Kebijakan Tak Naikkan Harga BBM Bantu Jaga Inflasi di Level 2,42%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal