“Rentang mudik tahun ini cukup panjang. Dengan waktu yang lebih lama, kami berharap distribusi pemudik bisa lebih merata dan tidak menumpuk pada hari-hari tertentu,” ujar Pratikno.
Pemerintah, kata dia, juga telah menggelar berbagai rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan seluruh layanan selama mudik berjalan optimal.
Selain pemeriksaan kesehatan pengemudi, Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk memperkuat layanan medis di wilayah dengan tingkat kecelakaan tinggi.
Langkah ini dilakukan agar penanganan medis bisa diberikan lebih cepat jika terjadi keadaan darurat di jalur mudik.
Menkes Budi menambahkan, tren kecelakaan saat mudik sebenarnya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap dengan berbagai langkah pencegahan yang dilakukan tahun ini, jumlah tersebut bisa kembali ditekan.
“Jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun terus menurun, dari sekitar 4.000 kasus menjadi sekitar 3.000 kasus tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini bisa turun lagi,” ujarnya.
Melalui kesiapan layanan kesehatan serta sinergi lintas sektor, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman.