"Di masyarakat banyak beredar informasi bahwa TBC bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi obat herbal. Perlu dipahami bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa obat herbal saja dapat menyembuhkan TB," tegasnya.
"Jika pasien hanya mengandalkan herbal tanpa menjalani pengobatan standar, bakteri TB dapat tetap berkembang di dalam tubuh, sehingga penyakit tidak sembuh dan bahkan dapat menjadi lebih berat," tambanya.
Kemenkes menyampaikan bahwa herbal mungkin dapat mengurangi efek samping OAT atau membantu menjaga daya tahan tubuh, namun tidak dapat menggantikan obat TB. Oleh karena itu, penggunaan herbal sebaiknya hanya sebagai pendamping dan tetap harus dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
"Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara evidence based. Apabila mengalami gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat," kata Aji.
"TB bisa sembuh, asalkan diobati dengan cara yang benar dan sampai tuntas. OAT sudah tersedia gratis di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya," sambungnya.