"Kita masih butuh peran Pemerintah Pusat agar program BTS ini bisa berjalan berkelanjutan secara bertahap," tuturnya.
Agus juga mengatakan saat ini Kabupaten Banyumas, terutama di wilayah pinggiran justru belum banyak mendapatkan layanan transportasi umum. Hal ini justru menghambat akses masyarakat untuk mengakses fasilitas kesehatan, pendidikan yang lebih lengkap di perkotaan.
"Selain itu, masih banyak rute yang belum disasar, terutama di daerah pinggiran. Jaraknya masih 22 kilometer dari pusat kota. Di sana (pusat kota) ada rumah sakit, sekolah, sehingga harapannya masyarakat di pinggiran akan lebih mudah," ucapnya.
Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan telah menyatakan tahun 2026 tidak lagi mengucurkan anggaran untuk memberikan subsidi terhadap angkutan perkotaan seperti BTS. Harapannya, pemerintah daerah diminta untuk mengambil alih untuk melanjutkan layanan tersebut.
Keterbatasan fiskal Pemerintah Daerah dinilai masih menjadi tantangan untuk mengambil alih layanan tersebut. Apalagi jika harus mengembangkan layanan tersebut, seperti menambah rute atau armada, agar menyasar lebih banyak masyarakat menggunakan transportasi umum.