Dudy menambahkan, kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan arus balik juga tercermin dari kecepatan rata-rata kendaraan. Untuk rute Jakarta menuju Semarang saat mudik, kecepatan rata-rata mencapai 81,60 kilometer per jam. Sedangkan pada arus balik dari arah timur ke barat, kecepatan rata-rata tercatat 81,36 kilometer per jam.
Di sisi keselamatan, capaian positif juga ditunjukkan dengan penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data Korlantas Polri, jumlah kecelakaan selama periode posko mencapai 3.517 kejadian atau turun 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 31,19 persen, diikuti penurunan korban luka berat sebesar 13,80 persen.
Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri, namun tetap harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi.
"Tidak boleh ada kompromi dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional," kata Dudy.
Menutup pernyataannya, Dudy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga operator transportasi. Dia juga mengapresiasi masyarakat yang telah mematuhi aturan selama perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Dengan berakhirnya periode tersebut, pemerintah secara resmi menutup Posko Koordinasi Angkutan Lebaran Terpadu 2026, sekaligus menyiapkan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan tahun berikutnya.