"Semua, negeri swasta. Jadi sekarang kita enggak membedakan negeri dan swasta. Karena semua sekolah, negeri maupun swasta mendidik anak-anak Indonesia. Semua. Jadi kita enggak membedakan negeri swasta," ucapnya.
"Kesempatan kita buka semuanya, karena itu bagian dari kita membangun partisipasi semesta," tuturnya.
Sementara itu, Mu'ti menegaskan bahwa SMK 4 tahun tidak menjadi program wajib bagi semua sekolah SMK.
Dia menjelaskan, program SMK 4 Tahun mempunyai dua skema, yakni sekolah yang sejak awal memang didesain dengan kurikulum 4 tahun, seperti SMK Pembangunan di Semarang.
"Misalnya di Semarang itu ada SMK, dulu SMK Pembangunan namanya, itu sudah dirancang sejak awal memang SMK 4 tahun," ucapnya.