“Saya sudah minta Dinas Perhubungan buat kajian dan lapor ke saya. Hari Kamis nanti mereka baru akan menyampaikan laporannya,” katanya.
Menurut Farhan, perangkat ATCS sebenarnya sudah tersedia. Namun sistem belum berjalan otomatis karena keterbatasan integrasi data.
“Alatnya sudah siap untuk otomatis. Tapi data durasi lampu hijau dan merah yang disesuaikan dengan waktu dan hari itu belum punya. Kita perlu big data dari perusahaan,” ucapnya.
Dia menyebut, Pemkot Bandung kini tengah menjajaki kerja sama dengan penyedia data GPS. Data itu akan digunakan untuk pengaturan lalu lintas yang lebih presisi.
“Saatnya Bandung jadi smart beneran. Alat-alat canggih sudah ada, tinggal dimanfaatkan dan didukung dengan data akurat,” kata Farhan.