"Rakyat Libya dan Afghanistan pun telah merasakan bantuan Amerika. Intervensi dan agresi Amerika terhadap negara-negara lain tidak menghasilkan apa pun selain kematian dan kehancuran," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator antara Washington dan Teheran.
“Indonesia sangat menyesalkan kegagalan negosiasi antara AS dan Iran , yang telah mengakibatkan eskalasi militer di Timur Tengah. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia dilansir di X.
“Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Republik Indonesia, menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna membangun kembali kondisi keamanan yang kondusif dan jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjut unggahan tersebut.
Sementara itu, Rusia menyerukan penghentian segera serangan AS dan Israel terhadap Iran, dengan mengatakan situasi harus ‘dikembalikan ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik’.