“Pemerintah harus memastikan seluruh korban dan keluarganya mendapatkan bantuan yang maksimal dan menyeluruh,” tuturnya.
Dia juga meminta agar proses evakuasi dan penyelamatan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik, dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak di lapangan.
“Proses penyelamatan harus dilakukan secara maksimal dengan koordinasi yang solid antarinstansi. Setiap detik sangat berharga dalam situasi darurat seperti ini,” pungkasnya.
Fraksi Partai Golkar DPR, kata dia, mendorong seluruh pihak terkait untuk bertindak cepat, transparan, dan akuntabel dalam menangani dampak kecelakaan ini serta dalam pengusutannya secara tuntas.
Diketahui, Polda Metro Jaya mencatat terdapat 15 orang meninggal dunia imbas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Hingga saat ini, proses identifikasi jenazah masih terus dilakukan.