JAKARTA, iNews.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi memantau secara intensif perkembangan insiden meledaknya Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz yang mengakibatkan sejumlah awak kapal menjadi korban, termasuk warga negara Indonesia (WNI).
KBRI Abu Dhabi juga tengah memfasilitasi penanganan terhadap WNI yang menjadi korban selamat dan memastikan pemenuhan hak-hak dan perlindungan bagi WNI yang terdampak dalam insiden tersebut.
"Saat ini KBRI Abu Dhabi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk dengan KBRI Muscat dan otoritas setempat, guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai penyebab insiden serta perkembangan proses pencarian korban," bunyi keterangan pers Kedutaan Besar Indonesia untuk Abu Dhabi, Minggu (8/3/2026).
KBRI Abu Dhabi telah menerima keterangan dari salah satu WNI yang selamat berinisial AEN, yang merupakan penumpang sekaligus engineer di kapal Musaffah 2. Dari keterangan tersebut diketahui bahwa insiden bermula dari kapal kontainer Safeen Prestige yang mengalami kerusakan di perairan Oman dekat Selat Hormuz.
Perusahaan Safeen Provider kemudian menugaskan Kapal Musaffah 2 yang membawa 7 awak kapal dan 6 teknisi untuk melakukan pemeriksaan serta upaya perbaikan. Kapal Musaffah 2 berangkat dari Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA) pada 5 Maret 2026 sore hari dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal Safeen Prestige dinilai tidak dapat diperbaiki di lokasi karena tidak memiliki suplai listrik sehingga diputuskan untuk dilakukan penarikan (towing). Enam teknisi, termasuk Sdr AEN, kemudian naik ke kapal Safeen Prestige untuk membantu persiapan tersebut," tulis keterangan KBRI Abu Dhabi.