“Pastikan skrining dilakukan dengan baik, dan penuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi seperti menerima vaksin dosis lengkap dan menyiapkan hasil PCR negatif 72 jam sebelum keberangkatan,” imbuh Puan.
Mantan Menko PMK itu pun menegaskan pemantauan kondisi kesehatan jemaah Haji Indonesia selama berada di Arab Saudi harus dilakukan lebih intensif. Puan menegaskan jemaah Haji harus mendapat fasilitas dan layanan terbaik, termasuk dari aspek kesehatan jemaah.
“Pemerintah melalui petugas di lapangan harus memastikan kecukupan nutrisi dan air bagi jemaah Haji Indonesia agar imun jemaah Haji terjaga dengan baik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ucapnya.
Kepada jemaah haji Indonesia, Puan mengimbau agar senantiasa disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, jemaah Haji diingatkan untuk selalu menaati aturan pembatasan Covid-19 yang berlaku di Arab Saudi.
“Selama menjalankan ibadah, selalu gunakan masker dengan benar saat berada di kerumunan atau ruang publik,” kata Puan.
Selain mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, jemaah Haji Indonesia diminta untuk terus waspada terhadap cuaca panas ekstrem yang terjadi di Arab Saudi. Seperti diketahui, suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai lebih dari 44 derajat celcius.
“Hati-hati terhadap serangan panas atau heat stroke yang dapat menyerang dalam keadaan cuaca panas ekstrem. Pastikan kecukupan asupan air agar tidak terjadi dehidrasi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan,” katanya.