JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) semakin mengkhawatirkan dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Titik-titik api terus terpantau melalui satelit dan patroli darat maupun udara.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kalbar, Jumat (1/8/2025). Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam percepatan penanganan karhutla.
Suharyanto meninjau dari udara menggunakan helikopter didampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Pangdam Tanjung Pura.
Hasil pantauan menunjukkan banyaknya titik api di berbagai wilayah Kalbar. Pemerintah mencatat, hingga 31 Mei 2025, luas lahan terdampak karhutla mencapai 1.149,02 hektare, dengan Ketapang sebagai wilayah terdampak terluas.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Kalbar, Kepala BNPB menyatakan karhutla ini merupakan isu strategis nasional dan jadi perhatian Presiden.