Aldi menyebut tawuran dan geng motor masih menjadi tantangan serius. Menurutnya, aksi tawuran hanya merugikan diri sendiri dan sekolah.
“Tawuran itu bukan ajang unjuk keberanian. Yang ada malah merugikan diri sendiri, keluarga, dan sekolah,” kata Aldi.
Dia menjelaskan bahwa tawuran kerap dipicu oleh solidaritas kelompok yang berlebihan, provokasi antar pelajar dan minimnya pengawasan dari orang tua.
Aldi juga menyoroti maraknya geng motor yang merekrut pelajar. Bahkan, ada yang menggunakan intimidasi dan kekerasan untuk merekrut anggota.
“Pola perekrutan mereka sangat meresahkan. Banyak pelajar dilibatkan dalam aksi kriminal bahkan sejak usia dini,” ucapnya.