LUWU, iNews.id - Kapten kapal tugboat Musaffah II, Miswar Maturusi, warga Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, hilang kontak setelah kapal yang dinakhodainya diduga terkena ledakan bom di perairan internasional Selat Hormuz, Timur Tengah.
Kabar tersebut membuat keluarga dan warga sekitar terkejut. Kerabat dan tetangga terus berdatangan ke rumah keluarga Miswar untuk memberikan dukungan moral.
Istri Kapten Miswar, Muliani Ahmad, tak kuasa menahan air mata saat mengenang komunikasi terakhir dengan suaminya sebelum insiden terjadi. Komunikasi terakhir terjadi pada Rabu lalu saat Miswar video call menyampaikan rencana pelayaran yang akan dilakukan.
"Beliau orangnya sangat baik, mudah bergaul, dan sangat perhatian dengan anak-anak," ujarnya, Senin (9/3/2026).
Sehari setelahnya, Miswar masih sempat membuka pesan dari anaknya. Namun pesan tersebut tidak sempat dibalas sebelum akhirnya sang kapten hilang kontak.
Informasi mengenai hilangnya kapal pertama kali diterima keluarga pada Jumat pagi dari seorang rekan Miswar yang juga bekerja di dunia pelayaran.
Dari informasi awal yang diterima keluarga, kapal yang dinakhodai Miswar diduga mengalami insiden saat melintas di kawasan Selat Hormuz.
Miswar diketahui bekerja sebagai kapten kapal tugboat Musaffah II milik perusahaan pelayaran yang beroperasi di Abu Dhabi.
Selama lebih dari 20 tahun bekerja di dunia pelayaran, Miswar dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang sangat bertanggung jawab terhadap istri dan kedua anaknya.