Pendekatan utama yang dilakukan TNI di bawah kepemimpinan Andika nantinya menggunakan senjata sosial komunikasi. Satuan teritorial yang digelar mulai dari babinsa, tantamil dan kodim.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga menyampaikan kepada para prajurit yang bertugas di Papua agar menyayangi masyarakat setempat. Jangan pernah sampai menyakiti hati mereka.
"Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh. Kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua. Kamu harus baik pada masyarakat Papua, jangan menyakiti hati mereka," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AD, Persit KCK dan Satgas Yonif PR 328/Dirgahayu di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad, Selasa (23/11/2021).
Menurutnya, prajurit TNI harus mampu merangkul kelompok bersenjata agar mereka bisa kembali ke pangkuan NKRI.
"Satgas tidak harus memerangi KKB, namun mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus. Karena mereka saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata, namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI," ucap Jenderal bintang empat tersebut.
Tolok ukur keberhasilan tugas seorang prajurit TNI, jika mereka disayangi, dicintai, dibanggakan dan dikagumi rakyat Papua.
"Bila kalian selesai Satgas dan masyarakat menangisi kalian karena masih ingin kalian tugas dan tinggal bersama-sama dengan mereka, berarti kalian sudah berhasil merebut hati dan simpatik masyarakat Papua," ujarnya.