"Paling awal saya haturkan terima kasih kepada guru saya, yang mendidik saya, menggembleng dan menguji saya tetapi juga membuka jalan untuk saya dan membesarkan saya yaitu prof dr KH Said Aqil Siradj," tutur Gus Yahya Jumat (24/12/2021).
Gus Yahya berujar, tak bisa mengganti secara penuh kebaikan yang diberikan oleh Kiai Said selama ini. Keberhasilan yang diperoleh PBNU pun, kata Gus Yahya, tak bisa dilepaskan begitu saja dari peran serta Kiai Said Aqil.
"Saya tidak tahu apakah akan cukup umur saya utk membalas jasa-jasa beliau. Kalau ada yg patut dipuji, beliau yang harus dipuji," imbuh dia.
Said Aqil menyebut bahwa par muktamirin tidak salah pilih Gus Yahya. Pasalnya, kata Said Aqil, Gus Yahya adalah merupakan cicit dari gurunya ayah Said saat mondok di pesantren Rembang.
"Gus Yahya ini adalah cicit dari gurunya ayah saya pesantren di rembang. Ketika itu kiyai nya kakek yang keempat, kiyai kholil harun. Buyutnya Yahya Staquf ini," kata Said Aqil usai pemilihan Ketum PBNU.