Sebagai langkah tanggap darurat, aparat desa mulai membagikan masker kepada warga untuk meminimalisir dampak asap yang menyelimuti lingkungan mereka.
“Untuk tahap awal, kami bagikan 250 masker ke warga hari ini,” kata Jefrianto.
Warga juga diminta untuk menghindari aktivitas di luar rumah, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terkena infeksi saluran pernapasan akibat kualitas udara yang memburuk.
Bencana Karhutla di Riau tahun ini tidak hanya berdampak lokal. Kabut asap dilaporkan mulai menyebar hingga ke negara tetangga, Malaysia. Ini menjadi peringatan serius akan perlunya penanganan cepat dan sistematis terhadap bencana tahunan ini.