Eks Ketua Umum Partai Golkar itu juga meminta agar aparat kepolisian mencari tahu siapa pihak-pihak yang berusaha memotong ceramahnya sehingga menimbulkan kegaduhan.
"Kita minta, polisi dan minta juga ahli-ahli IT ingin meneliti ini dari mana asalnya ini. Kan semua lewat IT kan. Siapa yang mula memasukkan dua kalimat itu? Yang 45 detik, 50 detik itu. Mengedarkan, siapa yang mengedarkan," kata dia.
Sejumlah tokoh agama yang pernah terlibat langsung dalam proses perdamaian Perjanjian Malino I dan Perjanjian Malino II turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dari Poso, hadir perwakilan tokoh Kristen dari Sinode Gereja Kristen Tentena seperti Pdt. Rudolf Metusala, Pdt. Jetroson Rense, Pdt. Dajaramo Tasiabe, dan Pdt. Rinaldi Damanik (yang juga menjadi delegasi dalam Perundingan Malino I).
Sementara dari tokoh Muslim Poso, tampak Ustaz Sugianto Kaimuddin yang juga pernah menjadi delegasi Malino I hadir. Ia terlihat juga bersama Ustaz Muh. Amin, Ustaz Samsul Lawenga, dan Ustaz Mualim Fauzil.
Adapun dari Maluku, hadir tokoh lintas agama yang berperan dalam Perundingan Malino II, di antaranya Pdt. Prof. John Ruhulessin dari Gereja Protestan Maluku, Prof. Hasbullah Toisutta selaku tokoh Muslim dan mantan Rektor UIN Ambon, serta Ustaz Hadi Basalamah.