Jubir Wapres Tak Ingin Kiai Miftachul Akhyar Diganggu Persoalan Rangkap Jabatan

Fahreza Rizky
Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi. (Foto iNews.id).

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi ingin Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar fokus membentuk kepengurusan organisasi yang baru pasca Muktamar ke-34 NU. Masduki tidak ingin Kiai Miftach diganggu dengan persoalan rangkap jabatan Rais Aam PBNU dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Saya kira itu satu poin yang harus dipahami bersama, jadi MUI dan pengurus wilayah NU harus paham itu. Jadi Kiai Miftach kita hormati untuk melakukan langkah-langkah prioritasnya dan langkah prioritasnya itu membentuk kepengurusan (PBNU)," ujar Masduki saat berbincang dengan MNC Portal, Kamis (30/12/2021).

Wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) demisioner ini menjelaskan bahwa forum Muktamar NU mengamanatkan kepada Kiai Miftach untuk membentuk kepengurusan PBNU dalam kurun waktu satu bulan. Karena itulah hal prioritas yang harus dilakukan Kiai Miftach ialah melaksanakan amanat Muktamar dan jangan diganggu oleh persoalan rangkap jabatan.

"Kasihan Kiai Miftach sebenarnya karena menjadi sosok yang sangat terjepit oleh dua kemauan," tutur Masduki.

Kiai Miftach berada di tengah dua kemauan yang berbeda. Di satu sisi ulama sepuh yang tergabung dalam forum Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) meminta Kiai Miftach fokus dalam pembinaan dan pengembangan jam'iyah NU atau dengan kata lain tidak rangkap jabatan di organisasi lain.  Namun di sisi lain internal MUI bahkan PWNU Jawa Timur menginginkan Kiai Miftach tetap duduk sebagai Ketum MUI di samping sebagai Rais Aam PBNU.

"Ada tarik menarik seperti ini makanya kasihan sama Kiai Miftach. Saya kira Kiai Miftach mesti melakukan hal yang menurut saya apakah beliau akan berkonsultasi kepada PBNU misalnya, kepada tim AHWA misalnya, atau ambil tindakan langsung tegas. Nah itu tergantung Kiai Miftach," Ucap Masduki.

"Karena saya kira hingga saat ini pengurus PBNU belum dibentuk, tapi Kiai Miftach sudah didorong untuk ambil sikap seperti itu. Biarkanlah Kiai Miftach menyusun kepengurusan PBNU dengan tenang, jangan diganggu-ganggu seperti itu dulu," tutup Masduki.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PBNU Terima Permintaan Maaf Gus Yahya, Posisi Ketua Umum Dipulihkan

57 tahun lalu

Usai Islah dengan Rais Aam PBNU, Gus Yahya: Semua Kembali seperti Semula

57 tahun lalu

Akhiri Perpecahan, Gus Yahya Ajak Rais Aam Kiai Miftach Gelar Muktamar PBNU

57 tahun lalu

Rais Aam Tak Gubris Ajakan Islah, Gus Yahya Kumpulkan PWNU-PCNU Tentukan Sikap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal