Jubir JK soal Video Viral Pernyataan Mati Syahid: Terpotong dan Diberi Narasi Melenceng

Binti Mufarida
Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai viral pernyataan terkait mati syahid. (Foto: Aldhi Chandra)

Ia menjelaskan, JK saat itu mengungkapkan realitas sosiologis yang berkembang di tengah konflik, di mana kedua pihak—baik Muslim maupun Kristen—menggunakan jargon agama untuk membenarkan tindakan kekerasan.

"Inti pesan yang disampaikan Pak JK saat ceramah di UGM (5/3) adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai. Pak JK mengungkapkan pendapat orang-orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon. Atau realitas sosiologis saat terjadi konflik. Bukan pendapat pribadi Pak JK," ujarnya.

"Realitasnya saat itu, kedua pihak yang berkonflik (Islam dan Kristen) menggunakan jargon agama untuk saling membunuh. Pemahaman mereka atau mereka beranggapan, baik yang Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga," sambungnya.
Karena itu, kata Husain, konflik Poso dan Ambon disebut konflik bernuansa SARA, yang sulit dihentikan. Bahkan, memakan korban jiwa ribuan orang di mana sebanyak 2.000 orang tewas di Poso, sedangkan di Ambon mencapai 5.000 orang tewas. 

Dalam ceramahnya, kata Husain, JK menegaskan bahwa pemahaman tersebut harus diluruskan. Ia menyampaikan bahwa tindakan saling membunuh tidak dibenarkan dalam agama mana pun.

"Untuk mengatasinya, kata Pak JK di depan jamaah Mesjid UGM, pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan. Karena keduanya telah melakukan kekeliruan," katanya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 hari lalu

Kronologi Lengkap Tantri Kotak Dipeluk Pria Misterius saat Manggung, Arda Turun Tangan!

1 hari lalu

Arda Meradang usai Tantri Kotak Dipeluk Pria Misterius saat Manggung di Sukabumi

1 hari lalu

Viral Tantri Kotak Dipeluk Pria Misterius saat Manggung di Sukabumi, Traumatis Banget!

4 hari lalu

Viral Video Nathalie Holscher Pamer Duit Saweran Segunung saat Nge-DJ di Banjarmasin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal