Jokowi Ngantor di IKN Mulai 10 September, BMKG Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca

Binti Mufarida
BMKG memperpanjang operasi modifikasi cuaca di IKN hingga 12 September. Perpanjangan operasi ini bertepatan dengan wacana Presiden Jokowi ngantor di IKN. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menambahkan bencana banjir dan longsor besar berpotensi terjadi berdasarkan karakteristik hujan sepanjang tahun yang ada.

“Untuk itu, kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi curah hujan di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami bencana seperti banjir dan tanah longsor,” tambahnya.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, kata dia, BMKG telah mengimplementasikan berbagai metode modifikasi cuaca meliputi pembentukan awan dan pengendalian curah hujan melalui teknik-teknik ilmiah yang telah terbukti efektif.

Dia memastikan BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merencanakan dan melaksanakan modifikasi cuaca secara terkoordinasi.

“Sejalan dengan upaya mitigasi tersebut, modifikasi cuaca di wilayah IKN dan sekitarnya akan diperpanjang hingga 12 September 2024. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan dampak dari potensi hujan ekstrem dan mengurangi risiko bencana yang mungkin timbul,” tutur dia.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengungkapkan Presiden Jokowi akan berkantor di IKN selama 40 hari. Adapun, jadwalnya mulai dari 10 September hingga 19 Oktober 2024.

"Rencana beliau berkantor itu sampai tanggal 19 (Oktober), kemungkinan dari tanggal 10 (September) sampai 19 (Oktober) dan ada beberapa di sela-sela itu kegiatan rapat dan lain-lain, termasuk mungkin kunker dari IKN ke kota lainnya," kata Heru kepada wartawan, Jumat (6/9/2024).

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Sebut El Nino Berdampak Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026

57 tahun lalu

Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Sendiri Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri

57 tahun lalu

Gempa M5,4 Guncang Sarmi Papua Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Siklon Tropis Jangmi Menguat, Waspada Gelombang Tinggi di Daerah Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal