Presiden menyayangkan klarifikasi dari pihak kampus tidak mampu menghentikan polemik ijazah palsu ini. Dia menilai, semua ini terjadi karena unsur politik yang terus dimainkan.
“Kalau Rektor UGM sudah menyampaikan ijazahnya dikeluarkan oleh BKN, Dekan Fakultas Kehutanan juga sudah menyampaikan bahwa ijazahnya asli, harusnya sudah rampung,” ujar Jokowi.
“Wong produsennya sudah menyampaikan seperti itu (ijazahnya asli), tapi ya itulah, kayak gini politik itu,” katanya.