Dia menerangkan, dalam persetujuan tersebut, semua keputusan dipegang oleh Trump. Negara lain seolah hanya sebagai pendengar dan pengusul belaka. Meski begitu, dia berharap forum itu bisa benar-benar menghentikan perang di Gaza.
"Dalam persetujuan itu dituliskan Ketuanya Trump sekaligus dia mempunyai hak veto, lainnya bisa mengusulkan tapi di-veto mau apalagi, jadi artinya lembaga itu wadah Trump. Semua negara hanya pendengar dan pengusul sesuatu, tapi semua keputusan ada di Donald Trump," tutur dia.
JK menyoroti sejumlah negara Islam yang ikut bergabung. Dia berharap negara-negara itu dapat membawa aspirasi warga Gaza.
Selain menghentikan perang, mereka juga diharapkan bisa benar-benar membawa pemulihan pada Gaza yang telah porak-poranda itu.
"Terpenting menghentikan perang ini, karena apa pun perang ini kekalahannya Gaza, tidak bisa bergerak, untuk menghentikan korban jiwa, luka, gedung hancur. Harapan kita cuma satu, karena Indonesia, Turki, Arab Saudi, Qatar dan lainnya, kita harap mereka dapat mewakili kepentingan Palestina, kalau negara Islam tidak mewakili kepentingan atau aspirasi Palestina, maka ini akan menjadi masalah," katanya.