Paragraf penuh kalimat topik adalah paragraf yang mempunyai kalimat-kalimat yang sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimatnya yang bukan kalimat topik. Kondisi ini mengakibatkan terbentuknya paragraf yang penuh kalimat topik. Paragraf semacam ini sering dijumpai dalam uraian-uraian bersifat deskriptif dan naratif, terutama dalam karangan fiksi.
Kita sudah mengenal jenis-jenis paragraf, agar lebih paham mari kita lihat beberapa contoh:
Contoh 1:
Kebudayaan dibagi atas dua macam yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan non fisik. Kebudayaan fisik tanpa jelas dengan merujuk pada benda-benda. Kebudayaan non fisik ada yang berupa pemikiran dan berupa tingkah laku. Contoh lain kebudayaan fisik adalah patung, lukisan, rumah, mobil, dan jembatan. Contoh kebudayaan yang berupa pemikiran adalah filsafat, pengetahuan, ideologi, etika dan estetika. Hasil kebudayaan yang berupa tingkah laku adalah adat istiadat, tidur, bertani, bahkan berkelahi (Dalman, 2019:87).
Penjelasan:
Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif. Pola pengembangan paragraf deduktif merupakan pola pengembangan paragraf yang ide pokoknya berada di awal paragraf. Ide pokok paragraf tersebut yaitu “Kebudayaan dibagi atas dua macam yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan non fisik.”.
Contoh 2:
Industrialisasi di negara kita mendorong didirikannya berbagai macam pabrik yang memproduksi beraneka barang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pabrik-pabrik itu memberikan lapangan kerja kepada ribuan tenaga kerja baik yang berasal dari masyarakat di sekitar pabrik maupun di daerah lain. Dengan demikian, adanya berbagai pabrik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, aneka barang yang diproduksi oleh pabrik-pabrik tersebut telah meningkatkan ekspor nonmigas serta menghasilkan devisa bagi negara.