Goris Keraf berpendapat bahwa majas adalah gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara jujur, sopan, dan menarik.
Aminuddin menyatakan bahwa majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh penulis untuk menyampaikan gagasannya dengan tujuan dan efek tertentu yang ingin dicapai.
Agar dapat menggunakan dan mengaplikasikan majas dalam penulisan, penting bagi kita untuk memahami berbagai jenis majas dan contohnya.
Kelompok majas perbandingan, seperti namanya, digunakan untuk membandingkan dua objek dengan menggunakan gaya bahasa yang berbeda-beda.
Majas personifikasi digunakan untuk membandingkan manusia dengan benda mati. Dalam majas ini, gaya bahasa yang digunakan membuat benda mati tersebut seolah-olah memiliki sifat-sifat manusia.