Dia menjelaskan, sekitar 57 persen kendaraan dari jalur timur diperkirakan akan menuju Trans Jawa, sementara sekitar 42 persen lainnya akan mengarah ke Tol Cipularang.
"Nah yang pasti diantisipasi adalah yang 50 ke timur, karena ini akan terbagi kembali 57 persen ke arah Trans Jawa, dan 42 persen sekian ini adalah yang ke arah Cipularang dan biasanya kepadatan di kilometer 6,6 karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak," tuturnya.
Proyeksi ini berdasarkan analisis data historis lalu lintas serta perhitungan yang dilakukan bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan.
Untuk puncak arus mudik diproyeksi akan berlangsung pada tanggal 18 Maret mendatang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.